TechScope

Polytron lahir di Kudus pada 1975 dengan modal Rp50 juta dari Hartono bersaudara. Kini brand elektronik lokal itu juga menjual motor dan mobil listrik.

Sejarah Polytron: dari Modal Rp50 Juta di Kudus hingga Mobil Listrik

Sejarah Polytron: dari Modal Rp50 Juta di Kudus hingga Mobil Listrik

Polytron dikenal sebagai merek televisi, speaker, kulkas, dan mesin cuci yang ada di banyak rumah di Indonesia. Belakangan, nama yang sama juga muncul di jalan raya lewat motor dan mobil listrik. Perjalanan ini dimulai hampir setengah abad lalu dari sebuah pabrik kecil di Kudus, Jawa Tengah.

Kisahnya menarik dari sisi bisnis karena memperlihatkan bagaimana sebuah merek lokal bisa bertahan lama di pasar yang sejak awal didominasi pemain asing.

Berawal dari Modal Rp50 Juta di Kudus

Dikutip dari Investortrust, Polytron didirikan pada 18 September 1975 di Kudus dengan nama PT Indonesian Electronic & Engineering. Modal awalnya Rp50 juta dan berasal dari kakak beradik Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Bisnis.com mencatat Polytron sebagai salah satu bisnis keluarga Hartono di luar Grup Djarum, langkah diversifikasi dari bisnis tembakau ke elektronik. Perusahaannya kini bernama PT Hartono Istana Teknologi.

Alasan berdirinya cukup sederhana. Head of Corporate Communications Polytron, Diantika, menuturkan kepada Investortrust bahwa saat itu banyak merek asing yang menguasai pasar, sehingga muncul pertanyaan mengapa belum ada pemain lokal yang kuat.

Dari TV Hitam Putih hingga Grand Compo

Menurut Investortrust, pabrik Polytron mulai beroperasi pada 1977 dengan 14 teknisi yang merakit televisi. Produk komersial pertamanya lahir pada 1979, berupa televisi hitam putih yang bisa menyala dengan aki mobil. Fitur itu relevan untuk kondisi saat itu, ketika listrik belum menjangkau banyak daerah.

Pada 1984, Polytron meluncurkan boombox Grand Compo yang membuat namanya makin dikenal lewat produk audio. Sejak itu, lini produknya terus melebar ke berbagai peralatan rumah tangga.

Masuk ke Kendaraan Listrik

Setelah puluhan tahun bermain di layar dan speaker, Polytron masuk ke kendaraan listrik. Investortrust mencatat perusahaan mulai menjual motor listrik pada 2023, antara lain EV Fox dan EV T-Rex. Langkah berikutnya adalah mobil.

Dilansir detikOto, Polytron meluncurkan mobil listrik pertamanya, G3 dan G3+, pada 6 Mei 2025 di Jakarta. Keduanya berbentuk SUV dengan jarak tempuh 402 km menurut standar CLTC. Konsumen bisa memilih skema sewa baterai dengan harga mulai Rp299 juta, atau membeli lengkap dengan baterai mulai Rp419 juta. Peluncuran ini bertepatan dengan usia perusahaan yang menginjak 50 tahun.

Pelajaran untuk Brand Lokal

Kisah Polytron menunjukkan bahwa brand lokal tidak harus menjadi yang terbesar sejak awal untuk bisa bertahan lama. Yang lebih menentukan adalah kemampuan membaca kebutuhan pasar, dari TV yang bisa menyala dengan aki mobil hingga kendaraan listrik saat tren energi bersih menguat. Pola diversifikasi keluarga Hartono ini juga bisa dibaca lebih luas di profil Djarum Group dan model bisnisnya.

Bagi pelaku usaha, pertanyaannya: kebutuhan pelanggan apa yang sedang berubah, dan apakah produk kita ikut berubah bersamanya?

Rujukan: Investortrust, Bisnis.com, detikOto

Tim Redaksi Räv Media

Räv Media membedah brand dan bisnis dari sisi strategi dan marketing. Setiap artikel melewati riset dan penyuntingan redaksi sesuai pedoman media siber.

Kenali redaksi & pedoman kami →
Iklan Iklan
Iklan
Scroll to Top