Seorang lulusan MBA bernama Forrest Li tiba di Singapura dengan utang pinjaman kuliah sekitar US$100.000. Bersama istrinya, ia hanya sanggup menyewa satu kamar di sebuah flat rumah susun di kawasan Braddell.
Belasan tahun kemudian, game yang diterbitkan perusahaannya dimainkan lebih dari 150 juta orang setiap hari, dan aplikasi belanjanya menjadi salah satu yang paling sering dibuka orang Indonesia.
Kini Forrest Li dikenal sebagai pendiri Sea Group, induk dari Garena, Shopee, dan Monee.
Ia lahir di Tianjin, China, pada 1978 dan menempuh pendidikan teknik di Shanghai Jiao Tong University. Nama “Forrest” ia pakai setelah seorang dosen asal Amerika kesulitan melafalkan nama Tionghoanya.
Setelah lulus, ia bekerja di Motorola. Kariernya stabil, tetapi beberapa tahun kemudian ia memilih keluar untuk mengambil MBA di Stanford Graduate School of Business.
Di sana, pada musim panas 2005, ia mendengarkan pidato wisuda Steve Jobs yang ditutup dengan kalimat “Stay hungry, stay foolish.” Li menyebut pidato itulah yang membuatnya memutuskan menjadi pendiri startup.
Pecah Kongsi, Lalu Lahir Garena
Usaha pertamanya tidak berjalan mulus. Li bergabung dengan GGgame, platform game daring yang didirikan sesama alumnus Stanford, Chen Ou. Keduanya berbeda pendapat soal arah bisnis, dan pada 2008 Chen menjual 35% sahamnya senilai US$700.000.
Li tidak berhenti. Ia mengubah arah bisnis menjadi penerbit game dan pada 2009 resmi mendirikan Garena dari sebuah ruko di kawasan Maxwell Road, Tanjong Pagar.
Langkah besarnya datang pada 2010, ketika Garena memperoleh hak eksklusif menerbitkan League of Legends di Asia Tenggara setelah bertemu pimpinan Tencent.
Shopee, Free Fire, dan Jatuh Paling Dalam
Pada 2015, Garena meluncurkan Shopee. Di tengah persaingan dengan Lazada yang didukung Alibaba, Shopee menyerang lewat harga murah dan gratis ongkos kirim. Pada kuartal pertama 2019, Shopee menyalip Lazada sebagai platform belanja yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara, dengan lonjakan terbesar datang dari pengguna di Indonesia dan Thailand.
Di sisi game, Garena merilis Free Fire pada Desember 2017. Dua tahun kemudian, Free Fire menjadi game seluler yang paling banyak diunduh di dunia. Ekosistem yang sama kemudian melahirkan layanan keuangan, termasuk SeaBank.
Perusahaan berganti nama menjadi Sea Limited pada Mei 2017 dan melantai di Bursa Saham New York pada Oktober tahun yang sama. Pada Agustus 2021, Forrest Li menjadi orang terkaya di Singapura dengan kekayaan sekitar US$19,8 miliar.
Puncak itu tidak bertahan lama. Pada 2021, pendapatan Sea memang naik dua kali lipat menjadi US$9,95 miliar, tetapi rugi bersihnya membengkak menjadi US$2,04 miliar karena besarnya biaya ekspansi Shopee.
Pada Februari 2022, pemerintah India memblokir Free Fire bersama puluhan aplikasi lain. Saham Sea turun 18% dalam sehari dan menghapus lebih dari US$16 miliar nilai pasar. Dalam enam bulan sejak puncaknya, Sea kehilangan sekitar US$130 miliar nilai pasar.
Kembali Cetak Laba
Li merespons dengan memangkas biaya besar-besaran, menutup sejumlah pasar, dan mengalihkan fokus dari pertumbuhan ke profitabilitas.
Strategi itu membuahkan hasil. Menurut laporan tahunan Sea Limited 2025, perusahaan membukukan pendapatan US$22,9 miliar, naik 36,3% dari tahun sebelumnya, dengan laba bersih US$1,6 miliar.
Menurut data Forbes per November 2025, kekayaan Forrest Li mencapai sekitar US$8,2 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya kedua di Singapura.
Utang dan kegagalan pertama bukan titik akhir. Li memulai dengan beban utang dan usaha yang pecah kongsi, tetapi tetap membangun ulang dari ruko kecil.
Satu bisnis bisa menghidupi bisnis berikutnya. Keuntungan dari game menjadi modal untuk membangun Shopee dan layanan keuangan, sampai ketiganya saling menguatkan dalam satu ekosistem.
Bagi pelaku usaha, kisah ini memberi pegangan yang jelas: pertumbuhan tanpa profit punya batas, dan kepercayaan pasar kembali ketika perusahaan berani mengerem ekspansi lalu fokus mencetak laba.
räv membedah brand dan bisnis dari sisi strategi dan marketing. Setiap artikel melewati riset dan penyuntingan redaksi sesuai pedoman media siber.
Kenali redaksi & pedoman kami →
