BusinessPulse

PRS SE Silver Sky, gitar signature John Mayer, dibuat di Jawa Timur. Simak deretan merek gitar dunia yang diproduksi di Indonesia.

Gitar Signature John Mayer Ternyata Dibikin di Jawa Timur, Ini Deretan Merek Dunia Buatan Indonesia

Gitar Signature John Mayer Ternyata Dibikin di Jawa Timur, Ini Deretan Merek Dunia Buatan Indonesia

Gitar PRS SE Silver Sky, model signature gitaris John Mayer, ternyata dibuat di Indonesia. Dikutip dari Guitar World, gitar seri SE ini diproduksi mitra manufaktur PRS di Indonesia, Cor-Tek. Mayer sendiri terlibat langsung dalam prosesnya, termasuk memilih warna-warna yang dipakai.

Ini bukan kebetulan. Sejak awal 1990-an, Indonesia sudah menjadi salah satu basis produksi gitar untuk merek-merek dunia.

Samick Bangun Pabrik di Cileungsi Sejak 1992

Pabrikan alat musik asal Korea Selatan, Samick, membangun pabrik P.T. Samick di Cileungsi, dekat Bogor, pada 1992. Luasnya sekitar 50 hektare dan kini menjadi tempat produksi sebagian besar instrumen Samick.

Samick juga dikenal sebagai produsen gitar untuk merek lain. Di antaranya Epiphone, Washburn, hingga Kramer yang dimiliki Gibson.

Cort Hadir di Mojokerto pada 1995

Tiga tahun kemudian, giliran pabrikan Korea lain, Cort, mendirikan P.T. Cort Indonesia pada 1995. Pabriknya berada di kawasan industri Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Menurut Guitarinsite, pabrik Cort dan pabrik Samick di Cileungsi sama-sama ikut memproduksi Squier, lini gitar terjangkau milik Fender. Ibanez juga memproduksi sebagian modelnya di Indonesia lewat kedua pabrikan tersebut.

PRS Pilih Jawa Timur untuk Seri SE

Pada Juli 2019, PRS Guitars asal Amerika Serikat membuka fasilitas khusus untuk memproduksi seri SE di kompleks PT Cort, Mojokerto, Jawa Timur. Dilansir Guitar.com, fasilitas itu digarap sekitar 400 perajin gitar dan mampu memproduksi sekitar 500 gitar setiap hari.

Dari fasilitas inilah lahir PRS SE Silver Sky, versi yang lebih terjangkau dari gitar signature John Mayer. Artinya, gitar yang dipakai banyak gitaris di berbagai negara itu dirakit oleh tangan perajin Indonesia.

Ekspor Alat Musik Tembus US$613 Juta

Kiprah pabrik-pabrik ini ikut tercermin dari angka ekspor. Dikutip dari Kontan, Kementerian Perdagangan mencatat ekspor alat musik Indonesia pada 2024 mencapai US$613,96 juta. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai pemasok alat musik terbesar keempat di dunia dengan pangsa 7,66%.

Pelajaran untuk Pebisnis

Label buatan lokal tidak otomatis berarti kualitas kelas dua. Merek global yang menjaga reputasinya dengan ketat justru mempercayakan produksinya ke pabrik di Indonesia selama puluhan tahun. Bagi pelaku usaha di Tanah Air, ini modal penting: kemampuan produksinya sudah teruji di pasar dunia, tinggal bagaimana membangun merek sendiri yang sama kuatnya.

Rujukan: Guitar World, Guitar.com, MMR Magazine, Kontan, Guitarinsite, Wikipedia (Samick)

Tim Redaksi Räv Media

Räv Media membedah brand dan bisnis dari sisi strategi dan marketing. Setiap artikel melewati riset dan penyuntingan redaksi sesuai pedoman media siber.

Kenali redaksi & pedoman kami →
Iklan Iklan
Iklan
Scroll to Top