Pernah Jadi Sopir Angkot dan Hanya Tamat SMP, Pria Ini Kini Jadi Orang Terkaya di Indonesia

Pernah Jadi Sopir Angkot dan Hanya Tamat SMP, Pria Ini Kini Jadi Orang Terkaya di Indonesia
Tim Redaksi RAV Media – Rav Media

Berdasarkan Forbes per 13 Agustus 2026, kekayaan Prajogo Pangestu diperkirakan capai 17,5 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 312 triliun, dan ia tetap menempati posisi orang terkaya di Indonesia.

Prajogo lahir pada 13 Mei 1944 di Bengkayang, Kalimantan Barat, dengan nama Phang Djoen Phen. Ia berasal dari keluarga keturunan Hakka, dan ayahnya adalah pedagang karet kecil.

Penghasilan keluarga yang terbatas membuat pendidikan formalnya hanya sampai tingkat SMP.

Pada 1965, ia merantau ke Jakarta lalu Palembang untuk mencari peruntungan. Ia sempat bekerja sebagai sopir angkot serta berjualan bumbu dapur dan ikan asin demi bertahan hidup.

Titik balik datang ketika ia bergabung dengan Djajanti Group. Di sana, ia tidak hanya bekerja, tetapi juga mempelajari seluk-beluk bisnis perkayuan dari dalam.

Advertisement
BIKINWEBSITE.CO
JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL
πŸ”₯ 500+ Website Dibangun β€’ Rating 5.0
Website profesional untuk company profile, landing page, toko online hingga website custom.
βœ“ Mobile Responsive
βœ“ SEO Ready
βœ“ Mulai Rp1 Jutaan
bisnisanda.co.id
2–7 Hari
Pengerjaan
100%
Responsive
5.0β˜…
Google
LIHAT WEBSITE
& PAKET β†’

Pada 1976, ia diangkat menjadi General Manager di Pabrik Plywood Nusantara, pabrik kayu lapis milik Djajanti.

Pada titik ini, Prajogo memang belum memiliki modal besar, tetapi ia sudah memiliki dua aset penting yaitu pemahaman mendalam tentang industri dan reputasi sebagai pekerja yang bisa dipercaya.

Setahun kemudian, Prajogo mengambil keputusan yang mengubah jalan hidupnya. Ia keluar dari zona aman sebagai manajer dan memilih membangun usaha sendiri.

Dengan pinjaman dari Bank BRI, ia mengambil alih CV Pacific Lumber Coy, sebuah perusahaan kayu kecil yang saat itu sedang mengalami kesulitan keuangan. Dari perusahaan inilah lahir Barito Pacific Timber.

Langkah tersebut menunjukkan pola berpikir yang menarik. Alih-alih membangun bisnis dari nol tanpa pengalaman, ia memilih mengambil alih usaha yang sudah berjalan di industri yang ia kuasai.

Resikonya besar, tetapi biaya masuknya jauh lebih rendah dibandingkan membangun pabrik dan jaringan dari awal.

Perusahaan itu tumbuh pesat hingga menjadi salah satu produsen kayu terbesar di Indonesia. Pada 1993, Barito Pacific Timber resmi melantai di Bursa Efek Jakarta, sebuah tonggak penting yang membuka akses pendanaan lebih luas untuk ekspansi berikutnya.

Bagian paling menarik dari perjalanan Prajogo justru terjadi setelah bisnis kayunya mapan. Pada 2007, perusahaan berganti nama menjadi Barito Pacific dan mengakuisisi Chandra Asri, produsen petrokimia yang kemudian berkembang menjadi yang terbesar di Indonesia.

Pada 2018, kelompok usahanya kembali bergerak ke sektor baru dengan mengakuisisi Star Energy, perusahaan panas bumi yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. 

Rangkaian langkah ini membentuk pola yang jelas dari kayu, ke petrokimia, lalu ke energi terbarukan. Setiap perpindahan membawa kelompok usahanya masuk ke sektor dengan skala lebih besar dan prospek lebih panjang.

Kekayaan Prajogo tidak bergerak dalam garis lurus. Forbes mencatat kekayaannya sekitar 46,5 miliar dolar Amerika Serikat pada Januari 2025, yang saat itu menempatkannya di peringkat ke-31 orang terkaya dunia.

Pada Agustus 2026, angkanya berada di kisaran 17,5 miliar dolar Amerika Serikat. Perbedaan ini wajar terjadi pada konglomerat yang kekayaannya banyak bersumber dari kepemilikan saham, karena nilainya bergerak mengikuti harga saham di bursa.

Meski angka kekayaannya berfluktuasi, posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia tetap bertahan. Hal ini menunjukkan bahwa fondasi bisnisnya tidak semata bergantung pada satu momen kenaikan harga, melainkan pada kepemilikan di berbagai sektor yang saling menopang.

Ada tiga pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan ini. Pertama, pengetahuan industri seringkali lebih berharga daripada modal awal, karena pengetahuan itulah yang membuat seseorang berani mengambil peluang yang dihindari orang lain.

Kedua, peluang besar kerap muncul dari bisnis yang sedang kesulitan, selama pengambil keputusannya benar-benar memahami cara membenahinya.

Ketiga, pertumbuhan jangka panjang menuntut keberanian untuk melangkah ke bidang baru ketika bidang lama masih menguntungkan, bukan setelah keuntungannya menyusut.

Kisah Prajogo Pangestu pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang perubahan nasib dari sopir angkot menjadi orang terkaya. Ini adalah contoh nyata bahwa posisi puncak bisa dicapai melalui rangkaian keputusan yang konsisten yaitu belajar dari dalam, berani mengambil alih peluang, dan terus bergerak ke arah industri yang lebih besar.

Advertisement Advertisement
Advertisement
BIKINWEBSITE.CO
πŸ”₯ 500+ Website Dibangun β€’ Rating 5.0
JASA PEMBUATAN
WEBSITE
PROFESIONAL
Website profesional untuk bisnis, dari company profile hingga toko online dan website custom.
Layanan Website
βœ“ Company Profile
βœ“ Landing Page
βœ“ Toko Online
βœ“ Website Custom
Harga mulai dari
Rp1 Jutaan
Dibuat untuk berbagai kebutuhan bisnis
βœ“ Profesional βœ“ Mobile Friendly βœ“ SEO Friendly
LIHAT WEBSITE & PAKET β†’
Scroll to Top