Zhang Yiming, pendiri ByteDance yang membawahi TikTok, resmi menjadi orang terkaya di China. Dikutip dari Forbes, daftar China’s 100 Richest 2026 yang dirilis 4 November 2026 menempatkan Zhang di posisi pertama dengan kekayaan US$84 miliar. Ini pertama kalinya ia menduduki puncak daftar tersebut, menggeser bos air minum Nongfu Spring, Zhong Shanshan, yang lima tahun bertahan di posisi teratas.
Pencapaian ini menarik karena awal perjalanannya jauh dari mulus. Banyak investor sempat tidak percaya pada ide yang kini dipakai lebih dari satu miliar orang.
Dari Programmer ke Apartemen Empat Kamar
Zhang lahir pada 1 April 1983 di Longyan, Provinsi Fujian. Kedua orang tuanya pegawai negeri. Ia lulus dari jurusan teknik perangkat lunak Universitas Nankai pada 2005, lalu bekerja sebagai programmer di situs perjalanan Kuxun. Ia juga sempat bekerja di Microsoft, tetapi tidak bertahan lama karena merasa terkekang oleh aturan perusahaan besar.
Pada Maret 2012, Zhang mendirikan ByteDance di sebuah apartemen empat kamar di Beijing. Idenya sederhana: aplikasi yang memakai algoritma untuk menyajikan konten sesuai minat pengguna, tanpa pengguna harus mencarinya sendiri.
Ditolak Investor, Lalu Didanai
Ide itu tidak langsung diterima. Kebanyakan pemodal ventura yang ditemui Zhang meragukan konsepnya, termasuk Sequoia Capital yang awalnya menolak. Dua tahun kemudian, pada 2014, Sequoia justru memimpin pendanaan ByteDance senilai US$100 juta.
ByteDance meluncurkan Douyin di China pada September 2016. Setahun kemudian, versi globalnya hadir dengan nama TikTok. Pada November 2017, ByteDance membeli aplikasi lip sync Musical.ly dengan nilai hampir US$1 miliar, lalu meleburnya ke TikTok pada Agustus 2018. Langkah ini membuat TikTok langsung mendapat basis pengguna besar di Amerika Serikat dan Eropa.
Satu Miliar Pengguna dan Posisi Teratas di Indonesia
TikTok menembus satu miliar pengguna aktif bulanan pada September 2021. Di Indonesia, pengaruhnya juga sangat besar. Dilansir Bisnis.com, survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 mencatat TikTok sebagai media sosial yang paling sering diakses pengguna internet di Tanah Air, dengan porsi 31,8%.
Pelajaran untuk Pebisnis
Kisah Zhang menunjukkan bahwa penolakan investor belum tentu berarti idenya salah. Bisa jadi pasar dan pemodal belum melihat apa yang sudah dilihat pendirinya. Yang membedakan adalah konsistensi membangun produk sampai hasilnya bicara sendiri. Sequoia, yang awalnya menolak, akhirnya ikut mendanai setelah ByteDance membuktikan diri.
Rujukan: Forbes, Bisnis.com, Wikipedia (Zhang Yiming), Wikipedia (TikTok)
Räv Media membedah brand dan bisnis dari sisi strategi dan marketing. Setiap artikel melewati riset dan penyuntingan redaksi sesuai pedoman media siber.
Kenali redaksi & pedoman kami →
