Kopi Kenangan, didirikan Edward Tirtanata pada 2017, menjadi unicorn F&B pertama di Asia Tenggara dan kini bersiap menuju penawaran umum perdana saham setelah membukukan laba bersih tahunan pertama sejak berdiri. Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pendapatan bersih 184 juta dolar AS, tumbuh 45 persen secara tahunan, dengan jaringan 1.324 gerai tersebar di enam negara termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, dan India.
Perjalanan Menuju Laba Pertama
Setelah bertahun-tahun mencatat kerugian sejak berdiri, termasuk rugi bersih yang sempat naik 70 persen secara tahunan menjadi Rp452,2 miliar pada 2022, Kopi Kenangan akhirnya membukukan laba bersih tahunan pertama sebesar 17 juta dolar AS pada 2025. Pembalikan ini dicapai lewat pemangkasan jumlah inisiatif bisnis yang terlalu banyak dan kembali fokus pada bisnis inti, sebuah pelajaran penting soal disiplin alokasi modal setelah era ekspansi agresif tanpa batas.
Strategi Akuisisi Pelanggan Berbasis Teknologi
Kopi Kenangan mengandalkan ekosistem digital untuk akuisisi pelanggan, berhasil menambah 4,47 juta pelanggan baru sepanjang 2025 sembari meningkatkan jumlah pengguna transaksi digital bulanan hingga 116 persen menjadi 1,5 juta pengguna. Pendekatan berbasis data dan teknologi ini memungkinkan perusahaan membuka 347 gerai baru bersih tanpa mengorbankan profitabilitas, menunjukkan efisiensi ekspansi yang jauh lebih matang dibanding periode pertumbuhan awal mereka.
Ekspansi Regional yang Terukur
Di luar Indonesia yang tetap menjadi pasar utama dengan 1.136 gerai, Kopi Kenangan membangun kehadiran signifikan di Malaysia dengan sekitar 158 gerai, di mana pendapatan hampir dua kali lipat dan mencatatkan EBITDA positif seiring perbaikan skala ekonomi bisnis unit tersebut. Ekspansi ke India dilakukan lewat masuk langsung ke pasar, sementara ke Australia lewat skema lisensi, menunjukkan fleksibilitas strategi masuk pasar yang disesuaikan karakteristik masing-masing negara.
Tata Kelola Berstandar Perusahaan Publik
CEO Edward Tirtanata menegaskan bahwa disiplin sebagai emiten tidak dimulai setelah IPO, melainkan dibangun sejak tahap awal persiapan, tercermin dari opini audit wajar tanpa pengecualian dari auditor eksternal Big Four selama delapan tahun buku berturut-turut. Filosofi membangun tata kelola sejak dini ini menjadi pembeda penting dibanding startup yang baru mempercepat kepatuhan menjelang IPO semata.
Baca juga: Strategi Baba Rafi Membangun Waralaba Kebab dari Gerobak Kaki Lima Jadi Jaringan Nasional
Proyeksi Pertumbuhan 2026
Manajemen memproyeksikan pendapatan bersih Indonesia akan meningkat 36 persen menjadi Rp3,2 triliun pada 2026, dengan laba bersih diproyeksikan tumbuh 40 persen menjadi Rp529 miliar. Perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 550 gerai baru secara global pada tahun tersebut, menunjukkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan momentum pertumbuhan meski di tengah ketidakpastian konsumsi domestik.
Perbandingan dengan Fore Coffee yang Lebih Dulu IPO
Meski Fore Coffee lebih dulu melantai di bursa pada April 2025 sebagai jaringan kopi kekinian pertama yang IPO, valuasi Fore hanya sekitar sepersepuluh dari valuasi terakhir Kopi Kenangan yang mencapai 1 miliar dolar AS. Perbedaan skala ini menunjukkan bahwa meski bukan yang pertama IPO, Kopi Kenangan tetap menjadi pemain dominan dari sisi valuasi dan skala operasional di industri kopi kekinian Indonesia.
Filosofi Timing yang Disengaja
Edward Tirtanata secara eksplisit menyatakan bahwa timing adalah kunci bagi Kopi Kenangan, memilih terus tumbuh secara bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan alih-alih terburu-buru IPO sebelum fundamental bisnis benar-benar matang. Filosofi kesabaran strategis ini berbeda dari banyak startup yang tergesa melantai di bursa demi valuasi maksimal tanpa mempertimbangkan kesiapan operasional jangka panjang.
Peran Founder dalam Membangun Kepercayaan Investor
Edward Tirtanata secara konsisten berkomunikasi transparan kepada publik soal perkembangan bisnis dan persiapan IPO lewat berbagai kanal termasuk LinkedIn, membangun kepercayaan investor jauh sebelum perusahaan benar-benar melantai di bursa. Transparansi komunikasi founder ini menjadi strategi membangun hubungan investor yang efektif, berbeda dari banyak startup yang cenderung tertutup hingga mendekati waktu IPO.
Skala Operasional yang Terus Membesar
Dengan rata-rata pembukaan satu gerai baru per hari sepanjang 2025, Kopi Kenangan menunjukkan kemampuan eksekusi operasional yang sangat matang untuk mengelola ekspansi dalam skala besar tanpa mengorbankan kualitas maupun profitabilitas. Kecepatan eksekusi semacam ini membutuhkan sistem manajemen rantai pasok dan pelatihan staf yang sangat matang di seluruh jaringan gerai mereka.
Baca juga: Bedah Model Bisnis Es Teh Indonesia, Alternatif Minuman Kekinian di Luar Dominasi Kategori Kopi
Diversifikasi Geografis sebagai Mitigasi Risiko
Kehadiran di enam negara berbeda memberi Kopi Kenangan mitigasi risiko terhadap fluktuasi ekonomi atau kebijakan di satu negara tunggal, karena kinerja solid di pasar seperti Malaysia bisa menopang performa keseluruhan grup meski pasar domestik Indonesia menghadapi tantangan ekonomi tertentu. Diversifikasi geografis ini menjadi strategi penting bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang perusahaan multinasional F&B.
Refleksi Akhir
Kopi Kenangan tetap menjadi salah satu kisah sukses paling membanggakan dari ekosistem startup konsumer Indonesia, membuktikan bahwa disiplin dan kesabaran bisa mengalahkan tekanan mengejar pertumbuhan instan tanpa fondasi yang kokoh.
Analisis Tambahan
Bagi investor pasar modal yang mengamati sektor F&B, kasus Kopi Kenangan menjadi rujukan penting soal bagaimana menilai kesiapan sebuah startup untuk go public, di mana profitabilitas yang konsisten dan tata kelola yang matang jauh lebih penting dibanding sekadar valuasi tinggi atau pertumbuhan pengguna semata. Kedisiplinan finansial yang dibangun sejak sebelum IPO menjadi indikator kunci keberlanjutan bisnis pasca-listing.
Dampak bagi Rantai Pasok Kopi Lokal
Skala operasional Kopi Kenangan yang terus membesar turut memberi dampak positif bagi petani kopi lokal Indonesia yang menjadi bagian dari rantai pasok mereka, menciptakan permintaan yang stabil bagi produk kopi domestik di tengah persaingan dengan biji kopi impor. Kontribusi terhadap ekosistem pertanian kopi lokal ini menjadi nilai tambah yang lebih luas dari sekadar kesuksesan bisnis semata.
Catatan Penutup
Kopi Kenangan tetap menjadi rujukan penting bagaimana startup F&B Indonesia bisa bertransformasi dari pembakar uang menjadi bisnis yang benar-benar profitable, sebuah perjalanan yang memberi pelajaran berharga bagi seluruh ekosistem startup konsumer Indonesia.
Prospek Bisnis ke Depan
Kopi Kenangan diperkirakan akan terus mempertahankan momentum menuju IPO sembari memperdalam ekspansi regional yang sudah terbukti menguntungkan. Keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan mereka mempertahankan disiplin profitabilitas yang baru saja dicapai sembari terus melakukan ekspansi agresif ke berbagai pasar baru.
Pelajaran buat Pebisnis
Kasus Kopi Kenangan menunjukkan bahwa perjalanan menuju profitabilitas seringkali membutuhkan keberanian memangkas inisiatif bisnis yang terlalu banyak dan kembali fokus pada kompetensi inti, bahkan setelah bertahun-tahun mengejar pertumbuhan agresif tanpa disiplin alokasi modal yang memadai. Kesabaran menunggu momentum yang tepat untuk IPO, dikombinasikan dengan membangun tata kelola perusahaan publik sejak dini, menjadi pelajaran penting bagi startup manapun yang ingin melantai di bursa dengan fondasi yang benar-benar kokoh.
Insight Kunci
- Kopi Kenangan membukukan laba bersih tahunan pertama sebesar 17 juta dolar AS pada 2025 setelah bertahun-tahun merugi.
- Perusahaan mengoperasikan 1.324 gerai di enam negara, dengan target pembukaan 550 gerai baru secara global pada 2026.
- Strategi akuisisi pelanggan berbasis teknologi berhasil menambah 4,47 juta pelanggan baru tanpa mengorbankan profitabilitas.



