Pada usia 16 tahun, seorang remaja Swedia melamar kerja ke Google. Ia ditolak karena tidak memiliki ijazah.
Hampir tiga dekade kemudian, remaja itu adalah salah satu pendiri aplikasi streaming musik yang pada kuartal ketiga 2026 dipakai 788 juta orang setiap bulan.
Daniel Ek lahir pada 1983 di Rågsved, kawasan pinggiran Stockholm, dari seorang ibu yang bekerja di penitipan anak.
Sejak kecil ia tumbuh bersama ayah tiri yang bekerja di bidang teknologi informasi, dan sudah bisa memprogram kode dasar.
Di bangku sekolah menengah, pada usia 14 tahun, ia membuat halaman web di ruang komputer sekolah lalu menjualnya, meski dengan harga murah.
Dari situ ia melihat peluang. Ia merekrut teman-temannya untuk membantu, dan bisnis kecil itu berjalan sampai menghasilkan sekitar US$15.000 per bulan.
Sebagian uangnya ia tanamkan kembali pada video game dan tempat meng-host halaman web, sehingga keuntungannya terus meningkat.
Ditolak Google, Gagal Membuat Mesin Pencari
Pada usia 16 tahun, Daniel mencoba melamar ke Google. Ia ditolak karena tidak memiliki ijazah. Ia kemudian mencoba membuat mesin pencari sendiri, tetapi hasilnya gagal. Setelah itu ia melanjutkan kuliah ke universitas, tetapi keluar pada tahun pertama.
Pada 2006, ketika berusia 23 tahun, Daniel menjual perusahaan periklanan digital buatannya, Advertigo, kepada TradeDoubler.
Menurut catatan Music Business Worldwide, nilainya sekitar 10 juta kronor Swedia, atau sekitar US$1 juta. Ia menjadi jutawan, memiliki apartemen di Stockholm, dan menikmati layanan serba VIP.
Namun kemewahan itu tidak membuatnya bahagia. Ia merasa depresi, lalu meninggalkan gaya hidup mewahnya. Teknologi yang selama ini ia kira membawa kebahagiaan tidak lagi terasa menyenangkan, dan ia mulai mencari kenyamanan pada musik.
Bertemu Martin Lorentzon dan Lahirnya Spotify
Pada masa itu Daniel bertemu Martin Lorentzon, salah satu pendiri TradeDoubler yang juga sedang tidak puas dengan hidupnya. Keduanya menyadari bahwa streaming musik punya potensi besar. Spotify AB didirikan di Stockholm pada April 2006, dengan Ek sebagai CEO dan Lorentzon sebagai ketua.
Layanan itu baru diluncurkan pada 7 Oktober 2008 di Skandinavia, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Gagasannya menarik minat investor untuk menanamkan modal, hingga Spotify bisa memperluas jangkauan ke seluruh dunia.
Modelnya sederhana, pengguna dapat mendengarkan gratis dengan iklan atau berlangganan tanpa iklan. Ek berpendapat bahwa layanannya mengurangi pembajakan musik karena menyediakan alternatif murah bagi pendengar.
Pada April 2018, Spotify melantai di bursa, dan nilai pasarnya mencapai sekitar US$27 miliar pada hari perdagangan pertama.
Dari Pemain Menjadi Pelatih
Pada awal 2026, Ek menyerahkan jabatan CEO kepada dua orang, Alex Norström dan Gustav Söderström, yang kini menjabat sebagai co-CEO. Ek tetap berperan aktif sebagai ketua eksekutif.
Ia sendiri menjelaskan bahwa setelah dua dekade, ia siap beralih dari pemain menjadi pelatih, dan Norström serta Söderström sudah dipromosikan sebagai co-presiden sejak 2023 untuk menyiapkan transisi tersebut.
Pada kuartal ketiga 2026, Spotify melaporkan 306 juta pelanggan berbayar, naik 9%, dan 788 juta pengguna aktif bulanan, naik 11%. Pendapatan mencapai 4,97 miliar euro, naik 16%, dengan laba operasi 672 juta euro.
Untuk setahun penuh 2025, pendapatan Spotify tercatat 17,2 miliar euro. Laba bersih kuartal ketiga 2026 sebesar 518 juta euro memang lebih rendah dibanding 899 juta euro pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara laba operasinya naik 15%.
Margin operasinya berada di 13,5 persen, hampir sama dengan 13,6 persen setahun sebelumnya, yang menunjukkan perusahaan tumbuh tanpa mengorbankan profitabilitas.
Penolakan hanya menjadi titik akhir jika seseorang berhenti membangun. Ek terus mencoba, dari mesin pencari yang gagal sampai perusahaan iklan yang laku terjual.
Model bisnis menentukan skala. Dengan menawarkan versi gratis sebagai pintu masuk dan langganan sebagai sumber pendapatan utama, Spotify mengubah sebagian kecil pengguna menjadi mesin penghasil uang tanpa menutup akses bagi pengguna lainnya.
Bagi pelaku usaha, kisah ini memberi pegangan yang jelas, bangun kemampuanmu sebelum menunggu pengakuan, cari masalah yang membuatmu betah bekerja bertahun-tahun, dan rancang model bisnis yang membuat pengguna mau masuk lebih dulu sebelum diminta membayar.
räv membedah brand dan bisnis dari sisi strategi dan marketing. Setiap artikel melewati riset dan penyuntingan redaksi sesuai pedoman media siber.
Kenali redaksi & pedoman kami →
