Berawal dari Satu Toko Kecil, Kini Keluarga Persson Jadi Orang terkaya Nomor 1 di Swedia!

Berawal dari Satu Toko Kecil, Kini Keluarga Persson Jadi Orang terkaya Nomor 1 di Swedia!
Tim Redaksi RAV Media – Rav Media

H&M menjadi salah satu nama besar di industri fashion global. Namun, sebelum memiliki ribuan gerai di berbagai negara, bisnis ini bermula dari sebuah toko pakaian wanita di Västerås, Swedia, pada 1947. Perjalanan panjangnya juga tidak lepas dari peran keluarga Persson dalam mengembangkan bisnis lintas generasi.

Siapa sangka, sebuah toko pakaian wanita di kota kecil Swedia bisa menjadi awal dari salah satu perusahaan fashion terbesar di dunia? Itulah yang terjadi pada H&M, perusahaan yang didirikan oleh Erling Persson pada 1947.

Saat itu, Persson membuka toko bernama Hennes di Västerås, Swedia. Nama tersebut dalam bahasa Swedia berarti “miliknya perempuan” atau “hers”. Konsep bisnisnya cukup sederhana, yaitu menyediakan pakaian wanita yang modis dengan harga terjangkau.

Berbekal konsep tersebut, Hennes mulai berkembang. Pada 1952, toko pertamanya di Stockholm, ibu kota Swedia, resmi dibuka. Ekspansi ini menjadi langkah awal untuk membawa bisnisnya menjangkau pasar yang lebih luas.

Namun, perkembangan Hennes tidak berhenti pada penambahan gerai. Erling Persson juga mengambil langkah strategis yang kemudian mengubah arah bisnisnya.

Advertisement
BIKINWEBSITE.CO
JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL
🔥 500+ Website Dibangun • Rating 5.0
Website profesional untuk company profile, landing page, toko online hingga website custom.
✓ Mobile Responsive
✓ SEO Ready
✓ Mulai Rp1 Jutaan
bisnisanda.co.id
2–7 Hari
Pengerjaan
100%
Responsive
5.0★
Google
LIHAT WEBSITE
& PAKET →

Dari Hennes Menjadi H&M

Titik penting perjalanan perusahaan ini terjadi pada 1968. Erling Persson mengakuisisi perusahaan Mauritz Widforss yang menjual perlengkapan berburu dan memancing. Akuisisi tersebut turut membawa persediaan pakaian pria ke dalam bisnisnya.

Sejak saat itu, Hennes mulai menjual pakaian pria dan anak-anak. Nama perusahaan pun berubah menjadi Hennes & Mauritz, yang kemudian lebih dikenal luas dengan singkatan H&M.

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama. H&M mulai memperluas jangkauan produknya dan membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak segmen konsumen.

Langkah ekspansi internasional juga mulai terlihat. Pada 1964, Hennes telah membuka gerai pertamanya di luar Swedia, tepatnya di Norwegia. Kemudian, pada 1976, H&M membuka gerai pertamanya di luar kawasan Skandinavia, yaitu di London, Inggris.

Perusahaan ini juga mulai memperkuat identitas mereknya. Pada 1974, Hennes & Mauritz tercatat di Bursa Efek Stockholm, sementara penggunaan nama H&M sebagai identitas gerai mulai diperkenalkan pada tahun yang sama.

Stefan Persson dan Perkembangan Bisnis Lintas Generasi

Kesuksesan H&M tidak hanya berkaitan dengan visi pendirinya. Peran generasi berikutnya juga menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan.

Pada 1982, Stefan Persson mengambil alih posisi CEO dari ayahnya, Erling Persson. Di bawah kepemimpinannya, H&M melanjutkan ekspansi ke berbagai pasar internasional.

Salah satu tonggak penting terjadi pada 2000, ketika H&M membuka gerai pertamanya di Amerika Serikat melalui lokasi di Fifth Avenue, New York. Langkah tersebut menandai dimulainya ekspansi perusahaan di luar Eropa.

Perusahaan kemudian memperluas kehadirannya ke pasar Asia. Pada 2007, H&M membuka gerai pertamanya di Shanghai dan Hong Kong. Ekspansi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjangkau konsumen di kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan besar.

Selain memperluas pasar, H&M juga mengembangkan strategi kolaborasi dengan desainer ternama. Pada 2004, perusahaan bekerja sama dengan Karl Lagerfeld. Kolaborasi tersebut membantu memperkenalkan pendekatan baru dalam industri fashion, yakni menghadirkan desain dari nama besar dengan harga yang lebih mudah dijangkau konsumen.

Strategi ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak selalu harus dilakukan melalui pembukaan gerai baru. Pengembangan produk, pemasaran, dan kemitraan strategis juga dapat memperkuat posisi sebuah merek di pasar global.

Dari Satu Gerai Menjadi Bisnis Global

Seiring berjalannya waktu, H&M berkembang menjadi bagian dari H&M Group, perusahaan fashion global yang menaungi berbagai merek, termasuk COS, & Other Stories, Weekday, dan ARKET.

Menurut informasi resmi H&M Group, perusahaan tersebut memiliki lebih dari 4.000 gerai di lebih dari 80 pasar dan beroperasi melalui penjualan online di lebih dari 60 pasar. Pada 2025, grup ini mencatat penjualan bersih sekitar SEK 200 miliar dan mempekerjakan sekitar 130.000 orang secara global.

Angka tersebut menunjukkan besarnya skala bisnis yang berkembang dari satu toko pakaian wanita pada 1947.

Meski demikian, perjalanan H&M juga memperlihatkan bahwa ekspansi global membutuhkan kemampuan untuk terus beradaptasi. Perubahan tren fashion, perilaku konsumen, persaingan industri, serta perkembangan perdagangan digital membuat perusahaan harus terus mengevaluasi strategi bisnisnya.

Karena itu, mempertahankan relevansi merek menjadi sama pentingnya dengan memperluas jangkauan pasar.

Pelajaran Bisnis dari Perjalanan H&M

Kisah H&M memberikan gambaran tentang bagaimana bisnis keluarga dapat berkembang melalui kombinasi visi pendiri dan keputusan strategis generasi penerus.

Erling Persson membangun fondasi bisnis melalui konsep fashion yang terjangkau. Generasi berikutnya kemudian melanjutkan fondasi tersebut dengan memperluas pasar, mengembangkan portofolio merek, dan membangun kolaborasi yang memperkuat daya saing perusahaan.

Dari perjalanan ini, ada satu pelajaran penting: meneruskan bisnis keluarga bukan hanya tentang menjaga apa yang telah dibangun pendahulu, tetapi juga tentang menemukan cara agar bisnis tetap relevan di tengah perubahan pasar.

H&M membuktikan bahwa ide bisnis sederhana dapat berkembang jauh melampaui pasar asalnya ketika didukung oleh strategi ekspansi dan kemampuan beradaptasi.

Dari satu toko kecil di Västerås, bisnis keluarga Persson tumbuh menjadi pemain global di industri fashion. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa warisan bisnis dapat menjadi fondasi yang kuat, selama generasi penerus mampu mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan zaman.

Advertisement Advertisement
Advertisement
BIKINWEBSITE.CO
🔥 500+ Website Dibangun • Rating 5.0
JASA PEMBUATAN
WEBSITE
PROFESIONAL
Website profesional untuk bisnis, dari company profile hingga toko online dan website custom.
Layanan Website
✓ Company Profile
✓ Landing Page
✓ Toko Online
✓ Website Custom
Harga mulai dari
Rp1 Jutaan
Dibuat untuk berbagai kebutuhan bisnis
✓ Profesional ✓ Mobile Friendly ✓ SEO Friendly
LIHAT WEBSITE & PAKET →
Scroll to Top