Jual Biskuit Keliling Sejak Umur 9 Tahun, Bocah Perantau Ini Jadi Cikal Bakal Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia

Jual Biskuit Keliling Sejak Umur 9 Tahun, Bocah Perantau Ini Jadi Cikal Bakal Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia
Tim Redaksi RAV Media – Rav Media

Banyak orang percaya bahwa fondasi sebuah kerajaan bisnis biasanya dimulai dari modal yang sudah cukup besar sejak awal.

Namun kisah hidup Eka Tjipta Widjaja, pendiri Sinar Mas, justru menunjukkan hal sebaliknya. Perjalanan bisnisnya dimulai dari titik yang sangat sederhana, bahkan jauh sebelum ia mengenal dunia korporasi sama sekali.

Eka Tjipta Widjaja datang ke Makassar dari Quanzhou, China, pada usia 9 tahun. Ia ikut merantau bersama ayahnya untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. 

Di usia semuda itu, Eka Tjipta mulai berjualan biskuit, permen, dan berbagai barang lainnya dari pintu ke pintu.

Ia menjajakan dagangannya secara langsung dari rumah ke rumah. Hasil tabungan dari berjualan keliling tersebut ternyata cukup signifikan hingga akhirnya bisa digunakan untuk merenovasi rumah orang tuanya.

Advertisement
BIKINWEBSITE.CO
JASA PEMBUATAN WEBSITE PROFESIONAL
πŸ”₯ 500+ Website Dibangun β€’ Rating 5.0
Website profesional untuk company profile, landing page, toko online hingga website custom.
βœ“ Mobile Responsive
βœ“ SEO Ready
βœ“ Mulai Rp1 Jutaan
bisnisanda.co.id
2–7 Hari
Pengerjaan
100%
Responsive
5.0β˜…
Google
LIHAT WEBSITE
& PAKET β†’

Perjalanan awal ini menunjukkan sebuah pola yang sangat mendasar dalam dunia bisnis, yaitu bahwa modal besar bukanlah syarat mutlak untuk memulai sesuatu.

Yang lebih penting adalah konsistensi dalam mengumpulkan hasil, sekecil apapun jumlahnya pada awalnya, hingga akhirnya bisa digunakan sebagai pijakan untuk langkah yang lebih besar.

Ekspansi Pertama yang Berujung Kegagalan

Setelah bertahun-tahun berjualan keliling, pada tahun 1949 usaha yang dijalankan keluarga Eka Tjipta mulai diperbesar dengan membuka sebuah toko kelontong.

Toko ini menjual berbagai komoditas seperti kopra, kelapa sawit, dan kertas. Langkah ini menjadi upaya pertama Eka Tjipta untuk naik kelas dari sekadar penjual keliling menjadi pemilik usaha yang lebih terstruktur.

Namun, perjalanan bisnis toko kelontong tersebut ternyata tidak berjalan mulus. Usaha itu tidak bertahan lama dan akhirnya harus ditutup.

Alih-alih menyerah setelah kegagalan toko kelontongnya, Eka Tjipta memilih untuk mengambil langkah yang lebih serius dan berbeda. Ia mendirikan CV Sinar Mas di Surabaya, dengan fokus usaha pada pabrik penyulingan minyak nabati, pabrik kertas, serta bubur kertas.

Perusahaan ini resmi berdiri pada tahun 1962 dan menjadi cikal bakal dari apa yang kemudian dikenal sebagai Sinar Mas hingga hari ini.

Sepuluh tahun setelah pabrik penyulingan minyak nabati berdiri, tepatnya pada tahun 1972, Sinar Mas mulai merambah ke bisnis percetakan dengan mengakuisisi pabrik soda kimia dan kertas.

Ekspansi ini menjadi awal dari salah satu pilar bisnis Sinar Mas yang kini paling dikenal luas oleh masyarakat, yaitu sektor properti dan real estat.

Perjalanan bisnis Sinar Mas tidak selalu berjalan mulus. Perusahaan ini sempat mengalami sejumlah guncangan, termasuk ketika krisis ekonomi besar melanda Indonesia pada tahun 1998.

Namun, Sinar Mas berhasil melewati masa krisis tersebut dengan cukup baik. Dari sana, Eka Tjipta terus melebarkan lini bisnisnya ke berbagai sektor lain, mulai dari penyediaan energi, perdagangan berskala besar, hingga infrastruktur telekomunikasi.

Diversifikasi bisnis ke berbagai sektor yang berbeda ini menjadi salah satu faktor penting yang membuat Sinar Mas mampu bertahan menghadapi berbagai krisis ekonomi yang terjadi dari waktu ke waktu.

Eka Tjipta Widjaja sendiri tutup usia pada 26 Januari 2019 di usia 97 tahun 10 bulan. Meski demikian, warisan bisnis yang ia bangun sejak masih berjualan biskuit keliling di Makassar terus berkembang hingga hari ini.

Eka Tjipta Widjaja memiliki total kekayaan mencapai sekitar US$8,6 miliar atau setara dengan Rp140 triliun menjelang akhir hayatnya pada tahun 2018, menjadikan keluarga Widjaja berada di posisi keempat sebagai keluarga terkaya di Indonesia menurut catatan Forbes.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kegagalan pada tahap awal sebuah usaha bukanlah tanda bahwa seseorang tidak layak berhasil, melainkan bagian dari proses menemukan model bisnis yang benar-benar tepat sebelum akhirnya mencapai skala yang berkelanjutan.

Advertisement Advertisement
Advertisement
BIKINWEBSITE.CO
πŸ”₯ 500+ Website Dibangun β€’ Rating 5.0
JASA PEMBUATAN
WEBSITE
PROFESIONAL
Website profesional untuk bisnis, dari company profile hingga toko online dan website custom.
Layanan Website
βœ“ Company Profile
βœ“ Landing Page
βœ“ Toko Online
βœ“ Website Custom
Harga mulai dari
Rp1 Jutaan
Dibuat untuk berbagai kebutuhan bisnis
βœ“ Profesional βœ“ Mobile Friendly βœ“ SEO Friendly
LIHAT WEBSITE & PAKET β†’
Scroll to Top